Cegah Stunting, Pemdes Salutahongan Optimalkan Peran Posyandu

Gambar: Nampak kader Posyandu Desa Salutahongan melaksanakan penimbangan terhadap anak.

MAJENE — Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan yang terjadi pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, hal tersebut disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi.

Baca Juga:   Unggul Telak, Munir. Ar Kembali Menahkodai Forum BPD Kab. Majene

Olehnya itu, Pemerintah Desa Salutahongan secara aktif melaksanakan kegiatan posyandu dalam rangka penanggulangan stunting, khususnya upaya pencegahan stunting pada masa balita. Melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita yang dilakukan satu bulan sekali melalui pengisian kurva KMS, balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga tidak jatuh pada permasalah pertumbuhan kronis atau stunting.

Baca Juga:   Pj Kepala Desa Meksel Seruhkan Kesadaran Menjaga Lingkungan Hidup

“Kegiatan Posyandu secara rutin merupakan langkah percepatan penurunan dan pencegahan Stunting di masyarakat Desa” Ungkap PJ Desa Satuhongan

Dijelaskan bahwa nantinya anak yang berpotensi mengalami stunting, tentunya akan mendapatkan evaluasi dan perhatian serius dari kader posyandu untuk mendeteksi faktor penyebab yang mempengaruhi.

Baca Juga:   Kades Lombang Timur: Hormati Keputusan Bupati

“balita yang memiliki potensi gangguan pertumbuhan selanjutnya akan dilakukan tindakan yang serius untuk menilai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya, termasuk faktor keluarga dan lingkungan” Tegas Mansur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *