.
Majene  

Catut Nama Bupati Majene, Akun Facebook Palsu Meminta Sejumlah Uang

Ket.Gambar: Bukti chat massenger akun palsu yang mengatasnamakan bupati majene yang meminta sejuamah uang kepada korban dengan menjanjikan jabatan kepala sekolah.

Majene (FOKUSTIMES) –Sebuah akun Facebook Palsu yang mengatasnamakan Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele diduga mencoba melakukan penipuan dengan modus menjanjikan sebuah jabatan kepada korbannya dengan menyetorkan sejumlah uang. Jum’at (15/9/23)

Dalam pesan singkat Messenger Facebook oknum pelaku penipuan tersebut menjanjikan posisi kepala sekolah kepada salah satu korban dan meminta agar segera mengirimkan uang sebesar 5 jt rupiah ke nomor Rekening: 009801148064507. An, Bustomi sebagai biaya penerbitan SK.

Menyikapi hal tersebut Bupati Majene menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah meminta uang kepada siapapun, baik secara pribadi maupun kedinasan. Oleh karena itu, Bupati menghimbau kepada masyarakat Majene dan Sulbar pada umumnya untuk mengabaikan apabila ada permintaan berupa uang baik secara langsung maupun tidak langsung melalui media sosial.

Baca Juga:   Launching "Gerakan Sadar Donor Darah", Bupati Majene AST: Jangan Takut Mendonorkan Darah

“itu ulah orang-orang yang ingin memanfaatkan nama bupati, jadi jangan percaya hal Sperti itu, kalau ada yang chat minta uang tolong sampaikan ke saya, bisa dengan datang langsung ke kantor atau kerujab, karena kita selalu terbuka untuk masyarakat. selama saya menjabat sebagai bupati, InshaAllah tidak akan pernah meminta apapun kepada masyarakat selain kolaborasi untuk membangun Majene”, tegasnya

Baca Juga:   Gelar Rapimcab, Ketua DPW PPP Sulbar Fatmawati Optimis Menangkan Pemilu 2024

Lebih lanjut Bupati Andi Syukri menjelaskan, bahwa dengan perkembangan dan kemajuan digitalisasi saat ini sangat memungkinkan munculnya tindak kejahatan di media sosial yang sangat sulit retas secara langsung oleh masyarakat umum. Sehingga kita patut untuk lebih waspada dan teliti dalam merespon komunikasi yang menggunakan media sosial fabebook, IG, WA dan sejenis lainnya yang mudah digunakan sebagai alat melancarkan aksi penipuan.

Baca Juga:   Monitoring dan Evaluasi Program PKH Kab. Majene

“Jadi sekali lagi saya himbau kepada segenap masyarakat jika ada yang berkomunikasi melalui Media sosial, jangan percaya dulu. Kroscek kebenarannya dan dipastikan. Jangan mudah percaya, jaman sekarang ini kita harus tingkatkan kewaspadaan, jangan sampai kita jadi korban,” Ungkap Andi Syukri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *