Kampus  

Pelatihan Pembibitan Pohon dan Pengolahan Sampah Terpadu Sebagai Implementasi Program Green Campus di UPA Laboratorium Terpadu

Gambar: Penyampain materi oleh Dr. Muhammad Nur, Selaku kepala UPA Laboratorium Terpadu Unsulbar

MAJENE – Wujudkan Implementasi Program Green Campus di lingkungan UPA Laboratorium Terpadu, Tim Pengabdian Internal Kampus Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) menggelar kegiatan pelatihan pembibitan pohon dan pengolahan sampah terpadu sebagai wujud penerapan program Green Campus. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA ini dilaksanakan di lingkungan UPA Laboratorium Terpadu dan didanai melalui DIPA Unsulbar, selaras dengan kebijakan “Kampus Berdampak” dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Jumat (19/6/2026)

Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kebersihan, staf kependidikan, dosen, serta mahasiswa. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran seluruh sivitas akademika dalam mengelola lingkungan kampus melalui penghijauan dan pengolahan sampah berprinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program ini juga diharapkan mampu menyediakan bibit tanaman secara mandiri, mengurangi volume sampah, serta mendorong partisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan berkelanjutan.

Baca Juga:   Program UNM Selaras Dengan Visi-Misi Kab. Majene

Dalam sesi penyampaian materi, Dian Lestari, S.Pi., M.Si. menjelaskan bahwa pembibitan dan penanaman pohon menjadi langkah strategis mendukung keberlanjutan Green Campus. Selain memperindah lingkungan, pohon berfungsi memperbaiki kualitas udara, menurunkan suhu ruang, serta menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Selanjutnya, Adiara Firdhita Alam Nasyrah menguraikan pentingnya pemilahan sampah sejak sumber: sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk media tanam, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang agar memiliki nilai guna lebih lanjut.

Baca Juga:   Buntut Dugaan Proyek Fiktif RSUD Majene, FORMASI Geruduk Kejari Majene

Selanjutnya, Dr. Muhammad Nur, S.Pi., M.Si. menekankan bahwa penerapan gaya hidup 3R adalah kunci utama. Mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memanfaatkan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan. Hal senada disampaikan oleh Dr. Andi Baso Manguntungi, yang mengingatkan bahwa ruang terbuka hijau bukan hanya soal keindahan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem demi manfaat jangka panjang.

Baca Juga:   Sebanyak 169 Mahasiswa KKN UNM Tiba di Kabupaten Majene

Setelah sesi pemberian Materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Peserta diajari mulai dari persiapan media tanam, pengisian polybag, penyemaian benih, hingga cara merawat bibit agar tumbuh sehat. Usai pembibitan, dilakukan penanaman berbagai jenis tanaman seperti ketapang kencana, trembesi, mangga, jambu, dan pucuk merah di area sekitar UPA Laboratorium Terpadu.

Mewakili peserta, Koordinator Tenaga Kebersihan UPA Laboratorium Terpadu menyampaikan apresiasi yang tinggi. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, menambah wawasan dan keterampilan kami. Kami berharap program serupa terus diadakan agar tercipta lingkungan kampus yang benar-benar hijau dan nyaman untuk semua,” ujarnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *