Posyandu Melati Gelar Kegiatan “Kelas Ibu Balita” di Dusun Bunga

Gambar: Kegiatan Kelas ibu Balita yang dilaksanakan oleh posyandu Melati.

MAJENE – Kegiatan “Kelas Ibu Balita” digelar di Posyandu Melati, Dusun Bunga, Desa Buttu Baruga pada Jumat (7/2/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan ibu dan balita dari lingkungan sekitar dan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dalam mencegah stunting.

Acara ini difasilitasi oleh UPTD Puskesmas Banggae II, Kabupaten Majene, yang hadir memberikan edukasi khusus mengenai pentingnya Double Protein Hewani sebagai langkah konkret pencegahan stunting pada anak-anak usia dini. Para peserta mendapatkan penjelasan mendalam mengenai sumber-sumber protein hewani, manfaatnya, serta cara pengolahannya yang tepat agar nutrisinya tetap terjaga.

Baca Juga:   Pemdes Mekkatta Selatan Gelar Khitanan Massa Gratis

Hal ini rutin dilaksanakan untuk memastikan bahwa para ibu benar-benar memahami pentingnya asupan gizi seimbang, khususnya protein hewani ganda, dalam masa tumbuh kembang anak.

Selama kegiatan berlangsung, para ibu diajak berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mengikuti sesi tanya jawab langsung dengan tenaga kesehatan. Suasana penuh antusias terlihat ketika para peserta mencatat materi dan berpartisipasi dalam simulasi menu sehat berbasis protein hewani seperti telur, ikan, dan daging ayam.

Baca Juga:   Pj Desa Limbua Aktif Pantau Kegiatan Posyandu

Pj Kepala Desa Buttu Baruga, Bapak M. Yusuf menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari langkah nyata menuju generasi bebas stunting. Edukasi seperti ini sangat penting agar ibu-ibu kita lebih siap dan sadar akan pola asuh dan pola makan yang sehat,” tuturnya

Baca Juga:   Puskesmas Lembang Gelar Kelas Ibu Balita "Manarang" di Lingkungan Tamo

Diharapkan, melalui kegiatan ini para ibu dan balita di Desa Buttu Baruga dapat lebih memahami pentingnya asupan nutrisi, khususnya protein hewani, sebagai fondasi awal tumbuh kembang anak yang optimal. Pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan serupa guna memperkuat kualitas kesehatan keluarga di desa tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *