Namun, proyeksi ini hanya akan terwujud jika kepemimpinan yang terpilih benar-benar mampu mengimplementasikan konsep Ulul Albab dalam setiap aspek kepemimpinannya. Mereka harus mampu menjadi teladan dalam integritas, inovasi dalam berorganisasi, dan konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran.
EPILOG:HMI MENYEJARAH, Saat matahari mulai tenggelam di ufuk barat Pekanbaru, ribuan kader HMI berkumpul dalam shalat maghrib berjamaah. Di dalam doa-doa mereka terpanjat harapan yang sama: semoga Allah SWT memberikan petunjuk dan berkah bagi kongres yang akan segera dimulai.
Kongres XXXIV HMI bukan hanya tentang memilih pemimpin, tetapi tentang memilih masa depan. Bukan hanya tentang organisasi, tetapi tentang bangsa. Bukan hanya tentang dunia, tetapi juga tentang akhirat. Keputusan yang akan diambil dalam kongres ini akan bergema tidak hanya di auditorium tempat berlangsungnya acara, tetapi juga di setiap sudut tanah air tempat alumni HMI berkiprah. Mereka adalah menteri, bupati, rektor, hakim, pengusaha, dai, dan profesi lainnya yang menanti arah baru dari almamater tercinta.
“Allahumm aslih li dini alladhi huwa ‘ismatu amri” – Ya Allah, perbaikilah agamaku yang menjadi benteng urusanku. Inilah doa yang terus bergema di hati setiap kader HMI menjelang detik-detik bersejarah dimulainya Kongres XXXIV.
Sejarah akan mencatat bahwa Pekanbaru, 25 Mei 2025, adalah hari dimulainya babak baru perjalanan HMI menuju kejayaan yang sesungguhnya. Hari dimulainya implementasi Ulul Albab untuk HMI yang benar-benar menyejarah.
Wallahu a’lam bishawab.


